
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillahi nahmaduhu wanasta'inuhu Wa nastaqfiruhu wa na 'udzubillahi min Syururi anfusina wa min syaiati `a maalina Man yahdillahu fahuwal muhtad Wa man yudlil falan tajidalahu waliyan mursyida Asyhaduanlla ilaa ha illALLAH Wa asyhaduanna Muhammadan abduhu warosulluh.
Alhamdulillahi nahmaduhu wanasta'inuhu Wa nastaqfiruhu wa na 'udzubillahi min Syururi anfusina wa min syaiati `a maalina Man yahdillahu fahuwal muhtad Wa man yudlil falan tajidalahu waliyan mursyida Asyhaduanlla ilaa ha illALLAH Wa asyhaduanna Muhammadan abduhu warosulluh.
Marilah kita panjatkan Puja dan Puji
hanya untuk Allah SWT semata yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan,
juga nikmat Islam yang masih ada di dada kita sampai saat ini dan InsyaAllah
sampai akhir hayat kita. Shalawat dan salam kita kirimkan untuk Rosullullah SAW
begitu pula bagi sahabat, keluarga serta orang-orang yang mengikutinya sampai
akhir zaman, insyaAllah kita termasuk didalamnya. Hari ini saya akan
melanjutkan tazkiroh seri membina rumah tangga islami yang saya beri judul :
MENGAPA
MENUNDA PERNIKAHAN ?
Rosulullah pernah berkata kepada Ali ra: Hai Ali, ada 3
perkara yang jangan kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba
waktunya, jenazah apabila sudah siap penguburannya, dan wanita bila menemukan
pria sepadan yang meminangnya (HR. Ahmad)
Kalau
kita tanya seseorang pemuda/pemudi, Mengapa belum menikah? Maka jawabanya
antara lain :
Masih kuliah/menuntut ilmu.
Dikhawatirkan bila menikah akan mempengaruhi prestasi belajar dan mempengaruhi persiapan masa depan. Hal ini sesungguhnya tergantung dari manajemen waktu, waktu yang biasanya dipakai untuk hura-hura setelah waktu kuliah, diganti dengan mencari nafkah atau bercengkrama dengan keluarga. Disisi lain, bisa menghemat sewa kamar (kost-kost an), dapat saling membantu mengerjakan tugas (kalau satu bidang studi) atau dapat memperluas wawasan diskusi interdisipliner misalnya suami studi ilmu komputer dan istri akutansi maka diskusi komputasi akutansi akan nyambung, atau biologi dengan kimia diskusi tentang biokimia.
Bila menikah akan terkekang
Tidak bisa bebas lagi, tidak bisa kongkow-kongkow di mal setelah pulang kuliah atau kerja, bertambah beban tanggung jawab untuk memberi nafkah istri dan anak. Sedangkan Rosul bersabda: "Bukan golonganku orang yang merasa khawatir akan terkungkung hidupnya karena menikah kemudian ia tidak menikah" (HR Thabrani).
Belum siap dalam hal
materi/rezeki.
Banyak yang beranggapan kalau mau menikah harus siap materi, yang berarti harus punya jabatan yang mapan, rumah minimal BTN, kendaraan dll, sehingga bila belum terpenuhi semua itu, takut untuk "maju". Sedangkan Allah menjamin akan memberikan rizki bagi yang menikah seperti dalam firmanNYA : Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 24:32). Rasulullah SAW bersabda : "Carilah oleh kalian rezeki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga)" (HR Imam Dailami dalam musnad Al Firdaus).
Tidak ada/belum ada jodoh
Masalah memilih jodoh saya rasa kita sudah tau dan jelas, dibawah ini adalah pesan Rosul SAW : Imam Thabrani meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa menikahi wanita karena kehormatannya (jabatan), maka Allah SWT hanya akan menambah kehinaan; barang siapa menikah karena hartanya, maka Allah tidak akan menambah kecuali kefakiran; barang siapa menikahi wanita karena hasab (kemuliaannya), maka Allah hanya akan menambah kerendahan. Dan barang siapa yang menikahi wanita karena ingin menutupi (kehormatan) matanya, membentengi farji (kemaluan) nya, dan mempererat silaturahmi, maka Allah SWT akan memberi barakah-Nya kepada suami-istri tsb".
Imam Abu Daud & At Tirmidzi meriwayatkan, bahwa
Rasulullah SAW bersabda : "Tetapi nikahilah wanita itu karena agamanya.
Sesungguhnya
budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi taat beragama adalah lebih baik
(dari pada wanita kaya & cantik tapi tidak taat beragama)".
Bukan berarti Rasulullah SAW mengabaikan penampilan fisik dari pasangan kita,
sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : "Kawinilah wanita yang subur
rahimnya dan pecinta " (HR Abu Daud, An Nasai & Al Hakim).
"Tiga kunci kebahagiaan suami adalah : Istri yang
solehah : “ yang jika dipandang membuat semakin sayang, jika kamu pergi membuat
tenang karena bisa menjaga kehormatannya dan taat pada suami".
Mungkin masih ada alasan lainya, yang tidak akan
dibahas disini misalnya :
q
Karena kakak (apalagi wanita) belum menikah
q
Karena orang tua terlalu selektif memilih calon mantu.
q
dll.
Manfaat menikah di usia muda :
1.
Menjaga kesucian fajr (kemaluan) dari perzinaan serta menjaga pandangan
mata. (QS 24: 30-31).
2. Dapat melahirkan perasaan
tentram (sakinah), cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah) dalam hati. (QS
30:21).
3. Segera mendapatkan
keturunan, dimana anak akan menjadi Qurrata A'yunin (penyejuk mata, penyenang
hati) (QS 25:74). Karena usia yang baik untuk melahirkan bagi wanita antara
20-30 tahun, diatas umur tsb akan beresiko baik bagi ibu maupun sang baby.
4. Memperbanyak ummat Islam.
Seperti yang dipesankan Rosul, beliau akan membanggakan jumlah ummatnya yang
banyak nanti di akhirat.
Kemuliaan menikah :
"Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya." (HR Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi' dari Abu Sa'id Al-Khudzri r.a.) Juga dapat ditambahkan, bahwa Islam memberi nilai yang tinggi bagi siapa yang telah menikah, dengan menikah berarti seseorang telah melaksanakan SEPARUH dari agama Islam!, tinggal orang tsb berhati-hati melaksanakan yang separuhnya lagi agar tidak sesat.
Rosul SAW bersabda :
Barang siapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi (HR Al Hakim).
Kehinaan melajang/membujang :
"Orang yang paling buruk diantara kalian ialah yang melajang (membujang) dan seburuk-buruk mayat (diantara) kalian ialah yang melajang (membujang)" (HR Imam, diriwayatkan juga oleh Abu Ya'la dari Athiyyah bin Yasar). Itulah yang dapat saya sampaikan kali ini, silakan menambah pengetahuan ikhwati semua yang berencana menikah dengan membaca buku tentang pernikahan atau keluarga islami yang banyak dijual di toko toko buku terdekat
* Cahyadi Takariawan: Pernik-Pernik Rumah Tangga Islami
* Muhammad Fauzil Adhim: Kupinang Engkau dengan Hamdalah
* Mustaghfiri Asror: Hak dan Kewajiban Suami Istri.
* Sholih Al Fauzan: Pemuda Islam di Seputar Persoalan yang Dihadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar